![]()
TONDANO, http://Jericonews.com –Suasana Wale ne Tou Tondano, Rabu (5/11/2026) berubah menjadi pusat sejarah, budaya, dan kebanggaan Tou Minahasa. Ribuan mata tertuju pada gedung kebanggaan masyarakat Minahasa itu, tempat berlangsungnya Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Minahasa dalam rangka Peringatan Hari Jadi Kabupaten Minahasa ke-598 Tahun 2026.
Dengan mengusung tema besar *”Pariwisata Maju, Ekonomi Tumbuh, Masyarakat Sejahtera,”* peringatan Hari Jadi tahun ini tidak hanya menjadi seremoni tahunan, tetapi menjadi momentum refleksi perjalanan panjang Minahasa selama hampir enam abad, sekaligus peneguhan arah pembangunan ke depan.
Sejak pagi hari, kawasan Wale ne Tou sudah dipadati tamu undangan, tokoh adat, tokoh agama, tokoh masyarakat, para camat, hukum tua, ASN, pelajar, hingga masyarakat umum yang ingin menyaksikan langsung puncak perayaan Hari Jadi Minahasa.
![]()
Bupati Minahasa Dr. Robby Dondokambey, http://S.Si., MAP hadir dengan penuh wibawa didampingi Ketua TP-PKK Kabupaten Minahasa Ny. Martina W. Dondokambey – Lengkong, SE. Turut hadir mendampingi Wakil Bupati Minahasa Vanda Sarundajang, S.S., MAP serta Sekretaris Daerah Kabupaten Minahasa Dr. Lynda D. Watania, MM, http://M.Si.
Rapat Paripurna dipimpin oleh Ketua DPRD Kabupaten Minahasa Franky Wolayan, SE didampingi Wakil Ketua DPRD Kabupaten Minahasa Putri M. Pontororing, SE dan Adrie Kamasi, SH, MH.
Turut hadir dalam paripurna istimewa tersebut Wakil Gubernur Sulawesi Utara Dr. J. Victor Mailangkay, SH, MH, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Minahasa, para Bupati dan Wali Kota se-Sulawesi Utara, anggota DPRD Provinsi Sulawesi Utara, anggota DPRD Kabupaten Minahasa, para mantan Bupati dan Wakil Bupati Minahasa, pimpinan instansi vertikal, pimpinan BUMN/BUMD, pimpinan partai politik, pimpinan organisasi kemasyarakatan, tokoh adat Majelis Budaya Minahasa, serta seluruh jajaran Pemerintah Kabupaten Minahasa.
![]()
Diawali Prosesi Adat dan Budaya yang Sakral
Berbeda dengan paripurna biasa, Rapat Paripurna Hari Jadi Minahasa ke-598 diawali dengan Acara Adat dan Budaya Minahasa yang berlangsung sakral dan penuh makna.
Prosesi dibuka dengan tarian Kabasaran yang gagah berani, simbol keberanian, kehormatan, dan semangat juang Tou Minahasa. Denting musik bambu dan kolintang mengiringi setiap langkah prosesi, membangkitkan rasa bangga sebagai anak Minahasa.
Para tokoh adat dengan pakaian adat lengkap mengantar pimpinan daerah memasuki ruang sidang. Prosesi ini menjadi simbol bahwa Minahasa dibangun di atas fondasi adat, budaya, dan nilai-nilai luhur leluhur yang tidak boleh dilupakan.
Seluruh hadirin tampak khusyuk mengikuti jalannya prosesi adat. Banyak di antara mereka yang mengabadikan momen bersejarah ini sebagai bentuk kecintaan terhadap budaya Minahasa.
Bupati Robby: 598 Tahun Minahasa Adalah Bukti Ketangguhan Tou Minahasa
Dalam sambutannya, Bupati Minahasa Robby Dondokambey menyampaikan rasa syukur dan kebanggaan atas usia Minahasa yang telah mencapai 598 tahun. Menurutnya, usia ini bukan sekadar angka, tetapi bukti ketangguhan, persatuan, dan peradaban Tou Minahasa yang telah teruji oleh zaman.
“598 tahun yang lalu, Minahasa lahir dari semangat persatuan, keberanian, dan kebersamaan. Para leluhur kita telah meletakkan pondasi yang sangat kuat. Hari ini, kita adalah penerus perjuangan itu. Kita wajib menjaga, merawat, dan melanjutkan apa yang telah mereka perjuangkan,” ujar Bupati Robby dengan penuh semangat.
Bupati Robby menjelaskan bahwa tema *Pariwisata Maju, Ekonomi Tumbuh, Masyarakat Sejahtera* dipilih sebagai arah pembangunan Minahasa yang realistis dan berpihak kepada rakyat.
Menurutnya, Minahasa memiliki kekayaan pariwisata yang luar biasa. Danau Tondano yang legendaris, Bukit Kasih Kanonang, Benteng Moraya, Wale ne Tou, perkebunan, kuliner khas, seni budaya, hingga keramahan masyarakat Minahasa adalah modal besar yang harus dikelola secara profesional.
![]()
“Jika pariwisata kita maju, maka ekonomi rakyat akan tumbuh. Homestay akan hidup, UMKM akan laris, kuliner akan ramai, jasa transportasi akan bergerak, lapangan kerja akan terbuka. Dan jika ekonomi tumbuh, maka masyarakat kita akan semakin sejahtera. Inilah rantai pembangunan yang sedang kita bangun di Minahasa,” tegas Bupati Robby.
Ia juga menekankan pentingnya semangat Mapalus sebagai jati diri Tou Minahasa. Mapalus, kata Bupati, bukan hanya gotong royong, tetapi juga filosofi hidup untuk saling menolong, saling menopang, dan saling menguatkan dalam membangun daerah.
“Kita tidak bisa membangun Minahasa sendirian. Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Butuh Mapalus, butuh persatuan, butuh dukungan semua pihak. Mari kita jaga kerukunan, mari kita jaga persatuan, mari kita bangun Minahasa bersama-sama,” ajaknya.
![]()
Momen Bersejarah: Penganugerahan Gelar Adat Tonaas Ukung Um’banua
Salah satu momen yang paling dinantikan dan menjadi puncak keharuan dalam paripurna tersebut adalah penganugerahan Gelar Adat oleh Bupati Minahasa selaku Ketua Majelis Budaya Minahasa.
Dengan penuh khidmat, Bupati Robby Dondokambey menganugerahkan Gelar Adat Tonaas Ukung Um’banua* kepada dua kepala daerah yang dinilai telah berjasa dan memberikan teladan kepemimpinan.
![]()
Kedua penerima gelar adat tersebut adalah:
1. Bupati Minahasa Selatan Franky Wongkar, SH
2. Bupati Minahasa Tenggara Ronald Kandoli
![]()
Gelar Tonaas Ukung Um’banua merupakan gelar kehormatan tertinggi dalam adat Minahasa yang diberikan kepada sosok yang dianggap sebagai pemimpin, pelindung, dan pengayom masyarakat, serta memiliki komitmen kuat dalam melestarikan adat dan budaya Minahasa.
Prosesi penganugerahan dilakukan dengan tata cara adat Minahasa yang sakral. Bupati Robby secara langsung menyematkan atribut adat kepada kedua Bupati tersebut, disaksikan oleh seluruh tokoh adat Majelis Budaya Minahasa dan ribuan tamu undangan.
Suasana haru dan bangga menyelimuti Wale ne Tou saat prosesi berlangsung. Tepuk tangan meriah dari seluruh hadirin menjadi tanda restu dan dukungan atas penganugerahan tersebut.
Bupati Robby dalam kesempatan itu menyampaikan bahwa penganugerahan gelar adat ini bukan sekadar seremonial, tetapi bentuk pengakuan adat atas pengabdian kedua pemimpin tersebut.
![]()
“Mereka adalah putra-putra terbaik Minahasa. Mereka telah mengabdi dengan tulus untuk tanah ini. Gelar Tonaas Ukung Um’banua adalah penghormatan dari Tou Minahasa atas keteladanan dan pengabdian mereka,” ujar Bupati Robby.
Bupati Minahasa Selatan Franky Wongkar dan Bupati Minahasa Tenggara Ronald Kandoli dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur, bangga, dan terima kasih yang mendalam atas gelar adat yang diberikan.
Mereka berjanji akan terus menjaga amanah tersebut, menjaga persaudaraan antar kabupaten di tanah Minahasa Raya, serta terus bersinergi membangun Sulawesi Utara.
Wagub Sulut: Minahasa Adalah Kabupaten Induk, Harus Jadi Teladan
Wakil Gubernur Sulawesi Utara Dr. J. Victor Mailangkay, SH, MH dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan kebanggaan atas peringatan Hari Jadi Minahasa ke-598 yang berlangsung begitu meriah dan bermakna.
Atas nama Gubernur Sulawesi Utara dan Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara, Wagub Victor mengucapkan selamat Hari Jadi ke-598 kepada seluruh masyarakat Kabupaten Minahasa.
“Minahasa adalah kabupaten induk. Sejarah Sulawesi Utara tidak bisa dilepaskan dari sejarah Minahasa. Dari Minahasa lahir banyak pemimpin besar, banyak tokoh besar, banyak sejarah besar. Oleh karena itu, Minahasa harus terus menjadi teladan, harus terus menjadi contoh bagi kabupaten/kota lainnya,” ujar Wagub Victor.
![]()
Wagub juga memuji kepemimpinan Bupati Robby Dondokambey dan Wakil Bupati Vanda Sarundajang yang dinilai mampu membawa Minahasa semakin maju, rukun, dan sejahtera.
Ia berharap sinergitas antara Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara dan Pemerintah Kabupaten Minahasa terus diperkuat, terutama dalam pengembangan pariwisata Danau Tondano, infrastruktur, dan peningkatan ekonomi masyarakat.
“Selamat Hari Jadi Minahasa ke-598. Pariwisata Maju, Ekonomi Tumbuh, Masyarakat Sejahtera. Mari kita wujudkan bersama,” pungkas Wagub Victor.
Ketua DPRD: Paripurna Hari Jadi Adalah Refleksi dan Komitmen Bersama
Sementara itu, Ketua DPRD Kabupaten Minahasa Franky Wolayan, SE dalam sambutannya menyampaikan bahwa Rapat Paripurna Hari Jadi bukan hanya sekadar peringatan, tetapi juga menjadi ruang refleksi bagi eksekutif dan legislatif untuk mengevaluasi pembangunan yang telah dicapai dan merencanakan pembangunan ke depan.
Ia menegaskan DPRD Kabupaten Minahasa akan terus bersinergi dengan Pemerintah Kabupaten Minahasa dalam mengawal aspirasi masyarakat dan memastikan APBD benar-benar berpihak kepada rakyat.
“Kami di DPRD akan terus menjadi mitra kritis dan konstruktif bagi pemerintah daerah. Semua untuk satu tujuan, Minahasa yang lebih maju dan sejahtera,” ujar Ketua DPRD Franky Wolayan.
Wale ne Tou Jadi Saksi Persatuan Tou Minahasa
Rapat Paripurna ditutup dengan doa bersama yang dipimpin oleh tokoh agama, sebagai ungkapan syukur atas penyertaan Tuhan bagi Kabupaten Minahasa selama 598 tahun.
Setelah itu, dilakukan foto bersama seluruh pimpinan daerah, tamu undangan, dan tokoh adat. Suasana penuh keakraban, saling berjabat tangan, dan saling mengucapkan selamat Hari Jadi Minahasa.
Banyak masyarakat yang hadir mengaku bangga dan terharu menyaksikan paripurna Hari Jadi tahun ini yang begitu megah dan penuh makna budaya.
“Mantap sekali. Ini baru Minahasa. Adat dihargai, budaya diangkat, pembangunan jalan terus. Torang bangga jadi Tou Minahasa,” ujar salah seorang warga Tondano yang hadir.
Rangkaian HUT Minahasa ke-598
Peringatan Hari Jadi Minahasa ke-598 tahun ini diramaikan dengan berbagai rangkaian kegiatan, mulai dari ziarah ke makam mantan Bupati, Wakil Bupati, dan Sekretaris Daerah, Karnaval Budaya dari Benteng Moraya hingga Lapangan God Bless Minahasa, peresmian Perumda Rano Manguni Minahasa, penandatanganan Nota Kesepakatan KUA-PPAS Tahun Anggaran 2027, hingga berbagai lomba, bakti sosial, dan kegiatan keagamaan.
Seluruh rangkaian kegiatan tersebut melibatkan seluruh elemen masyarakat, dari anak-anak hingga lansia, dari kota hingga pelosok desa.
*Harapan untuk Minahasa ke Depan*
Di akhir perayaan, Bupati Robby Dondokambey kembali mengajak seluruh Tou Minahasa untuk tidak berhenti bermimpi dan bekerja keras untuk Minahasa yang lebih baik.
“Mari kita jadikan Hari Jadi ke-598 ini sebagai titik tolak baru. Minahasa yang pariwisatanya maju, ekonominya tumbuh, masyarakatnya sejahtera. Minahasa yang rukun, Minahasa yang hebat, Minahasa yang diberkati,” pungkas Bupati Robby.
Dengan semangat Hari Jadi ke-598, Kabupaten Minahasa diharapkan terus melangkah maju, menjaga warisan leluhur, dan membangun masa depan yang lebih gemilang bagi generasi penerus.
Selamat Hari Jadi Minahasa ke-598!
Pariwisata Maju, Ekonomi Tumbuh, Masyarakat Sejahtera!
Tou Minahasa, Torang Hebat!
*(Vic)
